Close

The Architecture of Love Di Sambut Antusias Warga Surabaya

Foto : Putri Marino, Nicholas Saputra dan Arifin Putra, saat konferensi pers Film “The Architecture of Love (TAOL)” di XXI Tunjungan Plaza.

WARTA PERTIWI.COM,SURABAYA – Film “The Architecture of Love (TAOL)” karya sutradara Teddy Soeriaatmadja yang diadaptasi dari novel best seller karya Ika Natassa resmi ditayangkan di bioskop tanah air akhir April 2024. Dibintangi dua pemeran berbakat dan peraih Piala Citra FFI, Nicholas Saputra dan Putri Marino mampu mengaduk hati penonton dengan perjalanan keduanya yang penuh dinamika.

Surabaya mendapat kesempatan sebagai kota pertama yang mendapat kehormatan untuk melakukan tayang perdana film ini, sekaligus dihadiri oleh pemeran utama Putri Marino, Nicholas Saputra dan Arifin Putra. Antusias warga Surabaya yang ingin menikmati film ini tampak dari antrian baik saat penayangan jam pertama maupun kedua di XXI Tunjungan Plaza.

Nicholas Saputra, mengatakan River adalah tokoh yang kompleks karena melewati pengalaman emosi yang besar di dalam hidupnya. Lewat skenario yang menghidupkan kisahnya, Ia sangat terbantu oleh arahan Teddy Soeriaatmadja untuk bisa menghidupkan River di depan layar, dan bersama dengan Putri Marino, tentu pengalaman yang membuatnya belajar tentang banyak hal baru.

“Dan kebetulan saya juga memiliki latar belakang pendidikan arsitektur sehingga peran sebagai River di film TAOL tetap mengacu pada karakterisasi yang ada di skenario dan juga karakter di dunia ceritanya. Sosok yang berbakat dengan kualitas akting dan etos kerjanya yang baik, banyak membantu saya untuk memerankan River,” katanya.

Pemeran Raia, Putri Marino, yang juga membaca buku The Architecture of Love sempat merasa deg-degan ketika ia memerankan karakter yang ia ikuti kisahnya. Namun, ia juga merasa senang karena Film “The Architecture of Love (TAOL)” memberikan perasaan yang menghangatkan setelah menontonnya.

“Melihat dua karakter manusia ini, Raia dan River bisa tumbuh dan menjadi nyata di layar lebar, membuat saya deg-degan tapi sekaligus haru. Film TAOL akan memberikan kehangatan untuk siapapun yang menontonnya,” katanya.

Film “The Architecture of Love (TAOL)” mengikuti kisah Raia (Putri Marino) dan River (Nicholas Saputra). Dalam kesendirian dan keputusasaan seorang penulis best seller yang tak lagi mampu menulis, Raia memutuskan terbang ke New York mengejar inspirasi. Kota ini mempertemukannya dengan River, arsitek dari Jakarta yang misterius.

Perjumpaan itu menjadi awal pertemanan ‘rahasia’ di antara keduanya, meski ada bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak. River dan Raia sama-sama punya tragedi yang menjadikan mereka jiwa-jiwa kesepian. Mereka bisa saling menyembuhkan tapi bisa juga saling melukai.

Film ini merupakan universe dari “Critical Eleven,” film adaptasi dari novel best seller Ika Natassa yang juga diproduksi Starvision, bersama Legacy Pictures dari produser Chand Parwez Servia. Naskah filmnya ditulis oleh Alim Sudio dan Ika Natassa, yang juga sudah beberapa kali bekerja sama dengan Starvision dan berada di balik skenario film-film adaptasi novel Ika Natassa. (id@)

scroll to top