WARTA PERTIWI.COM, SURABAYA – Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kota Surabaya resmi menetapkan pasangan calon tunggal, Eri Cahyadi dan Armuji untuk bertarung di Pilkada Surabaya, 27 November mendatang.
Pasangan ini mendapat nomor urut 1 untuk bertarung dengan kotak kosong nantinya.
Adapun penetapan ini diumumkan dalam Rapat Pleno Terbuka yang digelar pada Senin (23/9/2024).
Pasangan Eri Cahyadi dan Armuji diusung oleh PDI Perjuangan serta didukung oleh 17 partai politik lainnya.
Dalam pernyataannya kepada media, Eri Cahyadi menekankan bahwa nomor urut 1 adalah simbol persatuan.
Nomor tersebut, menurutnya, mencerminkan komitmen seluruh partai politik dan masyarakat Surabaya untuk bersama-sama menjalankan program pembangunan kota.
Nomor satu katanya, bisa diartikan sebagai upaya menomorsatukan kepentingan masyarakat.
Pasangannya akan bekerja bersama DPRD untuk mengatasi berbagai isu krusial seperti stunting, kemiskinan, dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Kami juga berkomitmen menurunkan angka kematian ibu dan anak hingga mencapai nol. Intinya, kita bekerja dan bersatu,” ujar Eri saat meresmikan Posko Pemenangan Eri Cahyadi – Armuji di Jalan Kartini, Surabaya.
Eri juga menyampaikan bahwa dirinya dan Armuji akan mulai menjalani masa cuti pada 25 September 2024 untuk mengikuti tahapan kampanye bersama partai-partai pendukung serta elemen masyarakat yang menyokong mereka.
“Kami akan meninggalkan semua fasilitas dinas, termasuk rumah dinas, hingga masa cuti berakhir dan kami kembali menjalankan tugas sebagai kepala daerah,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai target perolehan suara, Eri dengan penuh percaya diri mengatakan akan berusaha meraih suara sebanyak mungkin, terutama dari kalangan pemilih muda.
“Kami sudah mulai merangkul pemilih muda, mendengar pendapat dan masukan mereka demi pembangunan Kota Surabaya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Eri berharap agar semua ketua dan sekretaris partai yang sudah ditunjuk sebagai juru kampanye (jurkam) dapat turun ke lapangan.
“Setiap ada masukan atau aspirasi dari masyarakat, akan kami tampung di posko ini, sehingga kami dapat mengetahui langkah yang sudah dan akan kami ambil,” tutur Eri.
Ia juga menegaskan bahwa prinsip kepemimpinannya adalah menciptakan sinergi antara pemerintah dan rakyat.
“Karena saya punya prinsip, pemerintah itu tidak srut moro-moro menurut (tiba-tiba jadi baik, red), tapi bagaimana mengakomodir menjadikan sinergi pemerintah dengan seluruh keinginan rakyatnya. Itu yang kita lakukan selama saya memimpin,” tegasnya.(Id@)
