KUPANG (NTT) | WARTA PERTIWI – Suasana malam di Kelurahan Bello, Rabu (27/8/2025), mendadak sedikit berbeda. Sekitar pukul 20.00 WITA, sebuah ambulans berhenti di salah satu sudut lingkungan.
Ditemani cahaya lampu jalan yang temaram. Dari dalam mobil, tim medis dari Puskesmas Sikumana, Kota Kupang, NTT dan aparat kelurahan turun perlahan.
Mereka datang dengan satu tujuan: menjemput seorang oknum warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang selama beberapa minggu terakhir kerap meresahkan warga.
Langkah ini tidak terjadi begitu saja. Sebelumnya, keresahan warga Bello sempat ramai diberitakan di sejumlah media.
Warga berharap ada penanganan cepat, agar lingkungan kembali tenang. Setelah melalui koordinasi dengan pihak keluarga, RT, RW, hingga aparat kelurahan, akhirnya disepakati pasien tersebut kembali dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata untuk perawatan lebih lanjut.
“Dia memang pasien RSJ Naimata, hanya saja dalam beberapa bulan terakhir kondisinya kambuh lagi. Jadi kami sepakat untuk dibawa kembali agar mendapat penanganan medis,” tutur salah seorang anggota keluarga saat ditemui media.
Sebelum evakuasi, dua tenaga medis seorang dokter umum dan seorang psikiater lebih dulu melakukan observasi singkat.
Pasien diajak berbincang kecil, kemudian diberikan obat penenang agar proses pemindahan berjalan aman. Beberapa menit kemudian, dengan didampingi pihak keluarga dan aparat kelurahan, pasien berhasil masuk ke ambulans.
Warga yang sejak lama merasa resah akhirnya menghela napas lega. Beberapa bahkan terlihat berdiri di pinggir jalan, menyaksikan proses evakuasi dengan raut wajah tenang.
“Kami berharap setelah dirawat kembali di RSJ, kondisi beliau bisa lebih baik, dan kami semua bisa hidup tenang,” ungkap Joni seorang warga .
Malam itu, Bello kembali hening. Namun lebih dari sekadar hening, ada rasa syukur yang tersisa: bahwa persoalan yang meresahkan akhirnya ditangani dengan cara yang manusiawi dan penuh empati.(*/RIO)

