Jakarta, Warta Pertiwi – Polri mengerahkan pasukan dalam skala besar sebagai respons cepat terhadap penanganan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat dukungan strategis, memperluas area evakuasi, serta menambah sumber daya identifikasi korban dan pemulihan psikologis masyarakat terdampak.
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan bahwa operasi kemanusiaan ini menuntut disiplin, kesigapan, dan koordinasi lintas fungsi.
“Setiap personel harus memahami tugas dan tanggung jawabnya. Ini operasi kemanusiaan, maka harus dilakukan secara cepat, sinergis, dan gotong royong di semua lini,” ujarnya. Senin (1/12)
Rincian pasukan yang dikerahkan total 497 personel diberangkatkan, terdiri dari:
– 300 Brimob
– 100 Sabhara
– 26 operator K9 dengan 7 ekor anjing pelacak
– 27 personel DVI
– 20 tim trauma healing
– 15 personel Inafis (dibagi ke Aceh, Sumut, dan Sumbar)
– 9 personel Humas
Komando lapangan ditetapkan melalui penempatan:
– Kombes Pol. Monang → sektor Sumatera Utara
– AKBP Hendrick Situmorang → sektor Sumatera Barat
– Kombes Pol. Aditya → unsur cadangan strategi
Sementara unsur pengendali Baharkam diperkuat dengan penempatan KBP Gattot Aris Purbaya (Sumut), KBP Gun Heriadi (Aceh), dan KBP Slamet Hernawan (Sumbar).
Pemberangkatan dilakukan melalui Terminal APK Bandara Soekarno–Hatta pukul 14.00 WIB dengan rute:
– Brimob 100 personel → Kuala Namu → Sibolga
– Sabhara 100 personel → Kuala Namu → Silangit
– Brimob 100 personel → Bandara Minangkabau → Sumatera Barat
– 100 Brimob → pasukan rotasi & cadangan
Pasukan di Silangit diproyeksikan ke Tapanuli Utara (2 unit) dan Tapanuli Selatan (3 unit), sementara pasukan dari Sibolga diarahkan ke Tapanuli Tengah sebagai sektor prioritas.
Logistik diperkuat dari Polda Jawa Barat, Polda Banten, dan Polda Metro Jaya, dengan tambahan:
– 600 dus makanan siap saji
– Tenda lapangan
– Alat kesehatan
– Thermal gear
– Perlengkapan portable
Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago menegaskan bahwa distribusi logistik dilakukan berlapis untuk memastikan efektivitas penyaluran.
“Tujuannya jelas—mempercepat penanganan, menembus wilayah terisolir, dan memastikan bantuan benar-benar sampai ke masyarakat,” ujarnya.
Dengan pengerahan ini, Polri menegaskan kesiapan penuh untuk memperluas operasi kemanusiaan, mempercepat evakuasi, serta meningkatkan dukungan logistik bagi wilayah terdampak. Perkembangan operasi akan dirilis secara rutin agar masyarakat menerima informasi cepat, akurat, dan terpercaya. (id@)



