Gresik, Warta Pertiwi – Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan jatuh ke laut di sekitar perairan Pelabuhan Petrokimia Gresik, Kamis (8/1/2026). Kegiatan pencarian dimulai sejak pukul 05.00 WIB dan melibatkan unsur Basarnas Kabupaten Gresik, Satpolairud Polres Gresik, BKO Ditpolairud Polda Jawa Timur, BPBD Kabupaten Gresik, serta didukung Babinsa dan paguyuban nelayan setempat.
Korban diketahui bernama Mat Rakim (58), warga Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik. Korban berprofesi sebagai nelayan sekaligus jasa perahu servis. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim SAR melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi kejadian.
Proses pencarian dilakukan di perairan sekitar Pelabuhan Petrokimia Gresik hingga kawasan Pelabuhan Smelting Gresik. Tim SAR menyisir area ke arah barat dan timur pelabuhan dengan menggunakan perahu patroli serta dibantu perahu nelayan. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan ditemukannya korban tidak jauh dari lokasi awal kejadian.
Babinsa Kelurahan Lumpur Koramil 0817/05 Kota Gresik, Serda Okta Dwi Fondra, yang turut hadir dan membantu di lokasi, menyampaikan bahwa sinergi antarinstansi dan masyarakat nelayan sangat membantu kelancaran proses pencarian.
“Kami bersama tim SAR gabungan dan para nelayan setempat melakukan penyisiran secara menyeluruh di sekitar perairan pelabuhan. Alhamdulillah korban berhasil ditemukan. Kami mengimbau para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut,” ujar Serda Okta.
Selain Babinsa, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh anggota Satpolairud Polres Gresik beserta kapal patroli KP X-1017, Basarnas Kabupaten Gresik, BPBD Kabupaten Gresik, serta paguyuban nelayan se-Kelurahan Lumpur. Setelah ditemukan, jenazah korban selanjutnya dievakuasi untuk proses penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dinyatakan selesai. Aparat gabungan kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan dan penggunaan perlengkapan keselamatan bagi para nelayan demi mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.(*/id@)



