Close

Seorang Petani di Amfoang Selatan NTT Tewas Dianiaya, Polisi Telah Amankan Pelaku

Foto : Aparat kepolisian tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)

KUPANG, WARTA PERTIWI – Seorang petani bernama Simeon Naitasi (50) warga Desa Leloboko, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang tewas di aniaya terduga pelaku berinisial DB (64).

Korban Simeon Naitasi meninggal di ruang tamu rumah milik terduga pelaku DB di Dusun 3 Desa Leloboko pada Rabu 18 Maret 2026 sekitar pukul 00.05 Wita.

Kapolres Kupang, AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, S.I.K., S.H menyampaikan hal ini melalui Kasi Humas Polres Kupang, Ipda Randy Hidayat pada Rabu 18 Maret 2026.

Adapun kronologisnya, pada hari Rabu tanggal 18 Maret 2026 sekitar pukul 00.05 Wita dini hari bertempat di ruang tamu rumah terduga pelaku DB di Dusun 3 Desa Leloboko Kecamatan Amfoang Selatan telah terjadi kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Dalam peristiwa ini yang menjadi korban adalah Simeon Naitasi yang sehari-hari bekerja sebagai petani beralamat di Desa Leloboko, Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang.

Sementara terduga pelaku DB juga merupakan seorang petani tinggal di Desa Leloboko.

Saksi dalam kejadian ini yakni Anthoneta Naetasi (54) yang merupakan istri terduga pelaku dan Delly Baitanu (25) merupakan anak terduga pelaku.

Sebelum korban meninggal dunia, awalnya sekitar pukul 00.05 Wita, korban teriak teriak di rumahnya.

Sambil berjalan menuju rumah terduga pelaku yang berjarak kurang lebih 60 Meter, kemudian korban langsung mendobrak pintu rumah terduga pelaku dan langsung masuk ke dalam ruang tamu.

Sedangkan terduga pelaku dan istrinya sudah berada di ruang tamu dan menemukan korban sudah berada di dalam ruang tamu.

Selanjutnya korban mengangkat meja kayu yang ada di rumah tamu untuk memukul terduga pelaku.

Tetapi terduga pelaku menangkap meja dengan tangan kirinya dan mendorong meja sehingga meja terjatuh hingga patah.

Kemudian terduga pelaku langsung memukul korban dengan kedua tangannya dalam keadaan tangan terkepal sebanyak 6 atau 7 kali di bagian muka sehingga menyebabkan korban jatuh telungkup.

Pada saat jatuh telungkup ke tanah terduga pelaku masih memukul korban di kepala bagian belakang lebih dari 5 kali.

Lalu posisi korban dalam keadaan telungkup membalikkan tubuhnya sendiri  ke posisi terlentang.

“Saat itu korban mengatakan “ini malam katong mati”. Kemudian napas korban tersendat – sendak dan meninggal dunia di rumah terduga pelaku,” jelas Randy.

Editor: RIO

scroll to top