SURABAYA, WARTA PERTIWI – Fakultas Hukum Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menggelar kuliah umum bertajuk “Kebangsaan dan Supremasi Hukum: Pilar Utama Membangun Indonesia yang Berkeadilan” dengan menghadirkan Mahfud MD sebagai narasumber utama. Bertempat di Auditorium Ki Moh. Saleh, Sabtu (16/5) kegiatan ini diikuti ratusan peserta dan menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara demokrasi dan supremasi hukum dalam kehidupan berbangsa.
Dalam paparannya, Mahfud MD menegaskan bahwa demokrasi memang merupakan pilihan terbaik dalam sistem ketatanegaraan, meski tidak sempurna. Ia mengingatkan, demokrasi berpotensi menjadi liar jika tidak dibatasi oleh hukum. “Demokrasi tanpa hukum itu bisa menjadi anarkis, sementara hukum tanpa demokrasi akan melahirkan kekuasaan yang sewenang-wenang,” ujarnya. Menurutnya, konsep nomokrasi atau supremasi hukum adalah pagar utama demokrasi, sebagaimana tercermin dalam UUD 1945 yang menempatkan prinsip kedaulatan rakyat sekaligus negara hukum secara seimbang.
Mahfud juga menyoroti pentingnya distribusi kekuasaan melalui mekanisme pemencaran kekuasaan secara vertikal dan horizontal untuk mencegah praktik koruptif. Ia menekankan bahwa penguatan lembaga negara, baik yang berfungsi dalam demokrasi maupun penegakan hukum, menjadi kunci hadirnya keadilan substantif bagi masyarakat. “Konstitusionalisme harus ditegakkan agar negara benar-benar berjalan dalam koridor hukum dan keadilan,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Unitomo, Siti Marwiyah, menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam menanamkan nilai kebangsaan dan kesadaran hukum kepada generasi muda. Ia menekankan bahwa kampus harus menjadi ruang pembentukan karakter yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas dan berpihak pada keadilan. Melalui forum akademik seperti ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menjaga harmoni kebangsaan sekaligus mengawal tegaknya supremasi hukum di Indonesia.
Editor: Ida



