Close

BKKBN: Pertumbuhan Penduduk Jatim Melambat, Ketimpangan Masih Jadi PR

Senator DPD RI Lia Istifhama bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji saat membahas dinamika kependudukan Jawa Timur di Jakarta, Kamis (15/1).

JAKARTA, Warta Pertiwi – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan bahwa pengendalian laju pertumbuhan penduduk atau rem demografi menjadi salah satu tugas strategis kementeriannya. Tujuannya agar jumlah penduduk Indonesia tumbuh presisi sesuai target nasional—tidak berlebihan, namun juga tidak kekurangan.

Hal ini disampaikan Wihaji saat menerima Senator DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, di kantor Mendukbangga/BKKBN, Kamis (15/1). Pertemuan tersebut membahas dinamika kependudukan di Jawa Timur yang dinilai sudah melambat, tetapi masih menyimpan ketimpangan antarwilayah.

Menurut Wihaji, laju pertumbuhan penduduk Jawa Timur kini berada di bawah 1 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional. Kondisi ini menunjukkan keberhasilan pengendalian penduduk secara makro. Namun, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat lengah.

“Secara provinsi, Jawa Timur sudah melambat. Tapi kalau dibedah per kabupaten, pertumbuhannya tidak sama. Ada yang sudah sangat rendah, ada yang masih tinggi,” ujar Wihaji.

Ia menekankan bahwa tantangan berikutnya bukan sekadar menekan angka pertumbuhan, melainkan memastikan pemerataan demografi agar tidak terjadi penumpukan penduduk di wilayah tertentu dan kekosongan di wilayah lain. Ketimpangan ini, lanjutnya, berdampak langsung pada perencanaan pembangunan, pelayanan publik, hingga kualitas hidup masyarakat.

Senator Lia Istifhama menyambut baik penekanan tersebut. Menurutnya, isu kependudukan tidak bisa dipisahkan dari kualitas keluarga, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Pengendalian penduduk harus dibarengi dengan penguatan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, agar bonus demografi benar-benar memberi manfaat,” kata Lia.

Ia menambahkan, sinergi pusat dan daerah menjadi kunci dalam mengelola dinamika kependudukan Jawa Timur yang kompleks dan beragam.

Pertemuan ini menegaskan komitmen Mendukbangga/BKKBN bersama DPD RI untuk terus mendorong kebijakan kependudukan yang seimbang, berbasis data, dan berorientasi pada pemerataan pembangunan demi masa depan bangsa yang berkelanjutan. (id@)

scroll to top