Close

Inovasi Teknologi Tepat Guna: Jambu Biji Sambibulu Jadi Produk Unggulan

Foto : Tim PDB Unitomo dan Unipra mendampingi warga Desa Sambibulu dalam proses pembuatan es krim dan keripik jambu biji merah, sebagai bagian dari pelatihan teknologi tepat guna untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal.

SIDOARJO | WARTA PERTIWI – Inovasi teknologi tepat guna kembali hadir di tengah masyarakat Desa Sambibulu, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Tim Program Desa Binaan (PDB) dari Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) dan Universitas WR. Supratman Surabaya (Unipra) sukses mengubah jambu biji merah menjadi produk olahan bernilai tinggi, termasuk es krim kekinian yang kini menjadi primadona lokal. Senin, 22 September 2025.

Program yang berlangsung sejak 25 Juni hingga 19 September 2025 ini melibatkan dua mitra utama: BUMDes Sambimadu dan Kelompok Tani Sambi Horti. Tim PDB yang diketuai oleh Prof. Dr. Siti Marwiyah, SH., MH., bersama Prof. Dr. Fadjar Kurnia Hartati, M.P., Dra. Cicilia Tantri Suryawati, M.Pd., dan Ony Kurnia, S.E., MM., memberikan pelatihan, pendampingan, serta bantuan alat berupa mesin food dehydrator dan mesin soft ice cream.

BUMDes Sambimadu memanfaatkan mesin food dehydrator untuk mengolah jambu biji merah menjadi tepung, jus, dan keripik yang kini dipasarkan di café wisata air desa. Sementara itu, Kelompok Tani Sambi Horti berhasil memproduksi es krim jambu biji merah yang langsung diuji coba saat perayaan HUT RI ke-80. Ratusan cup terjual dengan harga Rp3.000 per cup, bahkan mulai dipesan untuk acara pernikahan.

“Dengan teknologi ini, warga bisa menghasilkan produk kekinian yang punya nilai jual tinggi,” ujar Prof. Siti Marwiyah. Ia juga menambahkan bahwa 100 bibit jambu biji merah premium telah ditanam untuk mendukung keberlanjutan produksi dan memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Apresiasi datang dari mitra kegiatan. Ir. Donny, M. Taufiq S.Pd., M.Pd., selaku ketua kelompok mitra, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan kampus. “Bantuan ini benar-benar mendorong peningkatan pendapatan masyarakat Sambibulu,” ujarnya.

Prof. Siti Marwiyah juga menyampaikan terima kasih kepada DPPM Kemendikti Saintek atas pendanaan program tahun anggaran 2025, dan berharap dukungan serupa dapat berlanjut di tahun mendatang.

Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.(id@)

scroll to top