Close

Kemendukbangga/BKKBN Jatim Awali 2026 dengan Fokus Penurunan Stunting

Keterangan Foto : Plh Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Sukamto, memimpin Apel ASN Peduli-Berbagi di Surabaya, Senin (5/1/2026), menegaskan penurunan stunting sebagai prioritas utama tahun 2026.

Surabaya, Warta Pertiwi – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa penurunan angka stunting menjadi prioritas utama kinerja tahun 2026. Hal ini disampaikan dalam Apel Senin perdana bertajuk “ASN Peduli-Berbagi” yang digelar di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN Jatim, Senin (5/1/2026).

Apel dipimpin oleh Plh Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jatim, Sukamto, yang menekankan pentingnya peran ASN dan kader dalam mengawal program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Khususnya untuk sasaran 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, baik di Jawa Timur maupun secara nasional,” ujar Sukamto.

Data terbaru menunjukkan prevalensi stunting di Jawa Timur pada 2025 sebesar 14,7 persen. Meski menurun, sejumlah kabupaten/kota masih mencatat angka di atas 29 persen, bahkan ada yang mencapai 30 persen. Sukamto menekankan perlunya pembaruan data Tim Pendamping Keluarga (TPK) agar intervensi lebih tepat sasaran.

Dalam arahannya, Sukamto mengajak seluruh jajaran Kemendukbangga/BKKBN untuk memperkuat sinergi dengan kementerian/lembaga lain demi mendukung visi Presiden menuju Indonesia Emas 2045.

Mengawali tahun 2026, Kemendukbangga/BKKBN Jatim melaksanakan program ASN Peduli-Berbagi dengan menyalurkan bantuan kepada keluarga risiko stunting (KRS). Bantuan berupa sembako dan kebutuhan gizi disalurkan kepada ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga dengan balita non-PAUD.

“Paling tidak bisa membantu meringankan beban mereka. Pemerintah harus hadir melalui program-program seperti ASN Peduli-Berbagi, meskipun nilainya tidak seberapa,” tegas Sukamto.

Maharani, seorang ibu hamil penerima bantuan, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah.

“Tadi saya diberikan sembako berupa beras, gula, dan mi goreng. Semoga kehamilan ini lancar, dan saya berharap BKKBN Jatim terus membantu masyarakat kecil,” ujarnya.

Apel perdana tahun 2026 ini menegaskan komitmen Kemendukbangga/BKKBN Jatim untuk:

– Menurunkan prevalensi stunting di Jawa Timur

– Memperkuat kolaborasi lintas sektor

– Hadir langsung membantu keluarga risiko stunting melalui program nyata. (id@)

 

scroll to top