BANGKALAN, WARTA PERTIWI – Menyikapi pemberitaan salah satu media daring terkait dugaan intimidasi oleh oknum TNI dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, pihak TNI menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni terjadi akibat kesalahpahaman komunikasi di lapangan. Klarifikasi ini disampaikan pada Rabu (4/2/26).
Danramil Geger, Kapten Inf Supono, menjelaskan bahwa kehadiran Babinsa di lokasi pembangunan KDMP merupakan bagian dari tugas kewilayahan untuk menjaga situasi tetap kondusif. Ia menegaskan tidak pernah ada maksud, niat, maupun tindakan intimidasi, ancaman, atau tekanan dalam bentuk apa pun dari pihak TNI terhadap pihak warga masyarakat, dalam hal ini Bapak Saiful, sebagaimana yang sempat diberitakan.
Menurut Kapten Inf Supono, interaksi yang terjadi di lokasi pembangunan semata-mata berupa penjelasan dan imbauan secara persuasif agar kegiatan berjalan tertib dan tidak terjadi gangguan. “Babinsa hanya menjalankan fungsi pembinaan teritorial, mengingatkan dengan cara baik agar semua pihak memahami prosedur dan tidak terjadi kesalahpahaman,” ujarnya.
Sejalan dengan klarifikasi tersebut, pihak warga masyarakat yang diwakili Bapak Saiful juga menyatakan bahwa peristiwa yang terjadi di lokasi KDMP Geger merupakan kesalahpahaman dalam komunikasi. Ia menegaskan tidak ada intimidasi, ancaman, ataupun tekanan dari pihak TNI terhadap dirinya. Permasalahan yang sempat muncul telah diselesaikan secara baik-baik, kekeluargaan, dan penuh saling pengertian tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.
Lebih lanjut disampaikan, dengan adanya kesepahaman tersebut, tidak terdapat permasalahan lanjutan terkait kejadian di lokasi pembangunan KDMP. Pihaknya menyatakan menerima penjelasan yang disampaikan di lapangan dan tidak akan mempermasalahkan kembali kejadian tersebut di kemudian hari.
Kapten Inf Supono menambahkan bahwa pembangunan KDMP merupakan program strategis pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, TNI tidak terlibat dalam aspek teknis, melainkan hanya memastikan keamanan dan ketertiban lingkungan agar pembangunan berjalan lancar.
Dengan adanya klarifikasi dari kedua belah pihak ini, TNI berharap masyarakat memperoleh informasi yang berimbang dan objektif, serta tidak terpengaruh oleh pemberitaan sepihak yang belum dikonfirmasi kebenarannya.
Editor : Ida



