Close

Malam Kemuliaan

Oleh : Cukup Wibowo

WARTA PERTIWI.COM – Lailatul Qadar atau Malam Kemuliaan adalah momen yang sangat istimewa dalam agama Islam, yang disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Ini bisa menjadi tantangan bagi sebagian orang untuk memahami bagaimana satu malam bisa memiliki keutamaan sebesar itu. Sebagai analogi, bayangkan seorang petani yang bekerja keras di ladangnya setiap hari. Setelah berbulan-bulan usahanya, tiba-tiba dia menemukan mata air yang segar dan melimpah di tengah-tengah ladangnya.

Mata air itu memberikan hidup baru pada tanahnya, menghasilkan buah-buahan yang melimpah ruah. Demikian pula, Lailatul Qadar adalah ‘mata air’ spiritual bagi umat Islam. Meskipun hanya berlangsung satu malam, keberkahannya melebihi ribuan bulan ibadah yang dilakukan di waktu biasa.

Rasulullah SAW dan para sahabat memberikan contoh nyata tentang pentingnya malam ini dalam kehidupan kaum Muslim. Rasulullah SAW sendiri, pada setiap tahunnya, melakukan ‘itikaf (menyepi) selama sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, menunjukkan betapa besar nilainya bagi mereka yang mencarinya. Selaksa pencari harta karun yang menghabiskan waktu dan tenaganya untuk mencari harta karun yang tak ternilai di bawah tanah. Begitu juga, para sahabat Nabi dan umat Islam lainnya memperhatikan sepuluh malam terakhir bulan Ramadan dengan sungguh-sungguh, berharap menemukan harta karun spiritual yang sama dalam bentuk Lailatul Qadar.

Bagi sebagian orang, konsep “lebih baik dari seribu bulan” mungkin sulit dipahami secara konkret. Namun, bayangkan betapa berharganya waktu yang bisa kita manfaatkan dalam malam itu. Misalnya, jika seseorang melakukan amal baik atau ibadah dalam Lailatul Qadar, pahalanya akan seolah-olah dilipatgandakan ribuan kali lipat. Ini mirip dengan investasi cerdas yang memberikan keuntungan besar dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, mencari Lailatul Qadar di sepuluh hari terakhir Ramadan adalah seperti mencari permata langka di antara batu-batu biasa. Setiap malam dalam sepuluh malam terakhir Ramadan adalah kesempatan yang berharga bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Seperti para pedagang yang berikhtiar dengan kesungguhan waktu, pikiran, modal uang dan tenaganya, umat Islam diharapkan berikhtiar dengan memperbanyak ibadah, dzikir, doa, dan memohon ampunan di malam-malam tersebut, dengan harapan bisa meraih kemuliaan Allah.

Dengan ridho dan keberkahan Allah SWT, kita sebagai umat Islam sangat berharap untuk bisa menjadi bagian dari mereka yang beruntung bertemu dengan Lailatul Qadar. Sebagaimana kisah yang menggambarkan bagaimana seorang petani yang akhirnya berhasil menemukan mata air yang berlimpah, umat Islam yang bersungguh-sungguh mencari keberkahan dalam malam-malam terakhir Ramadan akan mendapatkan hadiah yang jauh lebih besar dari yang bisa mereka bayangkan.

Betapa berharganya waktu di sisa sepuluh hari terakhir untuk bisa bertemu dengan Lailatul Qadar. Tentu saja setiap hasil yang ingin kita raih senantiasa melewati proses yang tidak mudah. Dalam ungkapan man jadda wajada, terkandung pesan siapa yang bersungguh akan memetik hasil baik dari kesungguhannya. Semoga dengan kesungguhan kita untuk terus menjaga keistiqomahan dalam menjalankan ibadah puasa di hari-hari akhir bulan Ramadhan akan menjadikan kita sebagai bagian dari “mereka yang menjumpai kemuliaan” itu. Insyaallah.

scroll to top