KUPANG, WARTA PERTIWI – Kelompok Tani (Poktan) Mansuma di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, memulai panen perdana jagung hibrida dari lahan percontohan seluas sekitar 500 meter persegi, Kamis (26/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi antara petani, kepolisian, dan penyuluh pertanian lapangan (PPL).
Panen tersebut dikerjakan oleh empat anggota kelompok, yakni Yunus Takene, Anton Lopo, Melkias Manus, dan Bernat Takene, dari total 26 anggota yang tergabung dalam Kelompok Tani Mansuma.
Ketua kelompok, Yunus Takene, mengatakan bahwa lahan percontohan ini dikelola secara intensif sebagai model bagi anggota lainnya.
“Dalam pengelolaan kebun contoh ini, kami didampingi oleh PPL dari Dinas Pertanian Kota Kupang. Selain itu, benih jagung hibrida sebanyak 7,5 kilogram merupakan bantuan dari Polres Kupang Kota melalui Polsek Maulafa,” ujar Yunus di lokasi panen.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil panen, produksi jagung mencapai sekitar 4,4 ton. Hasil tersebut dinilai cukup baik untuk ukuran lahan yang relatif terbatas dan menjadi indikator keberhasilan penerapan pola tanam yang tepat.
Sebelumnya, pada 25 Maret 2026, jajaran Polsek Maulafa bersama PPL telah melakukan survei lapangan untuk melihat perkembangan tanaman jagung.
Dari hasil pemantauan tersebut, pihak kepolisian dan dinas pertanian menilai pertumbuhan tanaman dalam kondisi baik hingga masa panen.
Keberhasilan ini membuka peluang kerja sama lanjutan. Yunus menyebutkan, pada tahun mendatang direncanakan akan ada perluasan areal tanam dengan dukungan benih yang lebih banyak.
Sementara itu, anggota kelompok tani, Anton Lopo, berharap hasil dari kebun percontohan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota kelompok untuk meningkatkan skala usaha tani.
“Kami berharap ini menjadi contoh nyata bagi anggota lain, sehingga ke depan luas lahan tanam bisa diperbesar dan hasil produksi juga meningkat,” kata Anton.
Panen perdana ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian jagung di wilayah Bello, tetapi juga memperkuat sinergi antara petani, pemerintah, dan aparat dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal.
Editor: Ida



