Close

Semarakkan Harganas ke 32, BKKBN Jawa Timur Gelorakan Beragam Kegiatan

Foto : Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M

WARTA PERTIWI.COM, SURABAYA – Jajaran BKKBN Jawa Timur menyemarakkan pelaksanaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 32 dengan menggelorakan beberapa kegiatan.

Pelaksanaan Harganas yang selalu diperingati setiap tanggal 29 Juni tersebut berdasarkan pada keputusan Presiden RI nomor 39 tahun 2014 yang ditindaklanjuti jajaran ditingkat bawah dengan melibatkan semua unsur yang berkepentingan.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M dalam pidatonya dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional ke-32 pada Minggu (29/6/2025) menyampaikan selamat hari keluarga khususnya keluarga-keluarga di Jawa Timur.

Lebih lanjut Maria Ernawati mengatakan, hari keluarga yang diperingati setiap tanggal 29 Juni berdasarkan keputusan Presiden RI nomor 39 tahun 2014. Pihaknya berharap bahwa Harganas kali ini mengingatkan kembali kepada masyarakat akan peran keluarga dalam pembangunan bangsa.

Juga mengingatkan bahwa keluarga adalah fondasi utama pembangunan sekaligus tempat pertama dan utama mendidik nilai-nilai kehidupan dengan memperkuat nilai-nilai keluarga di tengah tantangan sosial yang terus berkembang.

Dijelaskan Maria Ernawati, untuk Harganas di Jawa Timur, pihaknya sudah melaksanakan beberapa bakti sosial (Baksos) yang dilalui kirab Bangga Kencana. Dimulai dari Situbondo menuju Madiun dan titik akhir di Kabupaten Ngawi.

“Bahwa baksos ini kami laksanakan apel siaga kemudian sosialisasikan terkait peran keluarga melalui roadshow dari demo mobil penerangan kemudian ada sepeda motor dari penyuluh KB,” katanya.

Dikatakannya, para kader di setiap titik kabupaten dan kota melaksanakan perbaikan pelayanan KB gratis kemudian melaksanakan baksos sebagai implementasi dari program Bangga Kencana, terutama instruksi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga terkait genting.

“Program genting ini terkait peran serta masyarakat dalam membangun keluarga mendampingi keluarga yang risiko stunting dengan memberikan satu pendampingan yang baik nutrisi pada keluarga ini,” tambahnya.

Maria Ernawati menambahkan, ada juga gerakan ayah teladan Indonesia dimana pada program ini diberikan peran penting pada pola asuh Ayah pada anak-anak di dalam keluarga.

Ada juga program Sidaya yakni gerakan untuk memberdayakan para lansia terutama di Jawa timur agar menjadi lansia yang tangguh, sehat, mandiri dan sejahtera.

“Ada juga program Tamasya yakni untuk melatih para pengasuh anak di tempat penitipan anak sehingga mereka memahami dan mengetahui tumbuh kembang anak. Nanti menteri juga akan membuat semacam super aplikasi yang difungsikan untuk memberikan pendampingan berupa info pada keluarga sehingga keluarga Indonesia yang berketahanan dan cepat mencapai kebahagiaan,” pungkas Maria Ernawati.(Id@)

scroll to top