WARTA PERTIWI.COM, SURABAYA – Sosok dengan nama lengkap Anugrah Prastyo bukan nama yang asing di dunia pergerakan dalam menyuarakan hak-hak rakyat tertindas.
Sudah cukup lama sosok ini menghilang, jarang terlihat mengikuti aksi-aksi kemanusiaan di jalan.
Usut punya usut Cak Oga-panggilan akrab Anugrah kelahiran Surabaya ini sudah merubah kehidupannya.
Baru-baru ini pegiat-pegiat Sosial bertemu dengan Cak Oga. Saat ini Ia lebih fokus membantu istrinya membuka lapak di Universitas Merdeka (Unmer Surabaya) dan menerima pesanan Aqiqah serta nasi kotak.
Cak Oga dulunya dikenal sebagai sosok yang bernyali dan selalu di garis depan disaat aksi di jalan atau melakukan pendampingan masyarakat mengenai pendidikan, kesehatan dan lainnya secara gratis.
Keseharian Cak Oga kini selain mengembangkan usahanya juga membina UMKM sebagai penggerak ekonomi Kerakyatan.
Bagi pelaku UMKM, nama Cak Oga menjadi panutan dalam pengembangan usaha ekonomi produktif.
Cak Oga menuturkan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi agar Indonesia terhindar dari resesi ekonomi.
Selain tantangan di atas, masih banyak tantangan UMKM dalam meningkatkan daya saing, diantaranya soal legalitas, pembiayaan pendampingan, area produksi, dan pemasaran.
Sedangkan untuk menghadapi era digital, terdapat beberapa tantangan bagi UMKM yaitu literasi digital, market yang besar, dan kualitas serta daya saing produk.
Sejauh ini Cak Oga terus bergerak untuk membangkitkan UMKM yang perlu diselamatkan supaya ekonomi kerakyatan bisa bangkit seperti sebelum pandemi.(Id@)
