Close

Surabaya Juara 1 INotek Award 2025 Lewat Inovasi Kampung Semanggi

Keterangan Foto: Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudradjat, saat menerima penghargaan INotek Award Jatim 2025.

SURABAYA, WARTA PERTIWI – Kota Surabaya kembali mengukir prestasi membanggakan dengan meraih Juara Pertama Kategori Inovasi Daerah dalam ajang Penganugerahan Inovasi Daerah dan Inovasi Teknologi (INotek) Award Provinsi Jawa Timur Tahun 2025. Penghargaan ini diraih berkat inovasi Kampung Semanggi, sebuah program pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh Camat Benowo bersama warga RW 3 Kelurahan Sememi.

Selain Kampung Semanggi, tiga inovasi lain dari Surabaya juga masuk dalam jajaran Top 15 INotek Award 2025, yaitu Kampung Wisata Ketandan (Kategori Sosial Kependudukan), ASIAP (Abon Ikan Asap) pada Kategori Agribisnis dan Energi Baru Terbarukan, serta MeccaBot AI di Kategori Teknologi Berbasis Website/Mobile Apps.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa Kampung Semanggi telah menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis kuliner tradisional yang sukses. “Inovasi ini fokus pada pengembangan produk berbahan dasar semanggi, tidak hanya pecel tradisional, tetapi juga diversifikasi produk seperti cookies, nastar, peyek, nugget, hingga semanggi instan. Bahkan, produk semanggi instan telah berhasil diekspor ke Australia,” ujarnya. Rabu (19/11)

Eri juga menekankan aspek budaya yang diperkuat dengan penetapan Pecel Semanggi Suroboyo sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kemendikbud RI pada 2022. “Penghargaan ini adalah cerminan semangat gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat Surabaya,” tambahnya.

Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudradjat, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil strategi ekosistem inovasi inklusif melalui pendekatan heptahelix. “Kami terus melakukan pendampingan intensif kepada para inovator, dari tahap ide hingga implementasi. Surabaya siap menjadi role model kota inovatif di Indonesia,” tegasnya.

Selain Kampung Semanggi, inovasi lain juga menunjukkan kekuatan Surabaya dalam melahirkan solusi kreatif:

– Kampung Wisata Ketandan: destinasi heritage dengan arsitektur kolonial dan wisata religi, melibatkan lebih dari 40 UMKM lokal.

– ASIAP (Abon Ikan Asap): terobosan pengolahan ikan asap di Kenjeran dengan konsep ekonomi hijau.

– MeccaBot AI: aplikasi berbasis artificial intelligence dari ITS, pendamping digital 24 jam bagi jamaah haji dan umrah, dengan lebih dari 7.000 unduhan.

“Keberhasilan Surabaya menempatkan empat inovasi dalam kategori teratas membuktikan bahwa Kota Pahlawan terus menjadi garda terdepan dalam pengembangan inovasi daerah di Indonesia Timur,” pungkas Irvan.(id@)

scroll to top