Oleh : Anugrah Prastyo ( Cak Oga)
WARTA PERTIWI.COM – DINAMIKA perjalanan kehidupan kebangsaan belakangan ini dihiasi dengan beragam intrik politik. Catatan sejarah bangsa mulai dari orde lama sampai pada titik ini di masa orde reformasi, masih banyak kepincangan pembangunan.
Meski ada catatan buram, namun tak sedikitpun kemajuan yang diraih para pemimpin bangsa. Kita wajib bersyukur bahwa perjalanan bangsa ini tetap baik adanya.
Memang ada saatnya kadang perlu rehat sejenak setelah perang panjang dan marathon.
Tapi rehat itu juga bagian dari perenungan dan demi perencanaan lebih baik.
Bagi pejuang ideologi, bagi pejuang narasi, tidak akan ada kata lelah untuk terus berikhtiar memperbaiki track Indonesia yang saat ini banyak bengkoknya.
Siklus perubahan dan siklus sejarah memang kadang unik, tapi yang lebih unik lagi adalah stamina kita yang harus terus prima untuk sejarah masa depan Indonesia.
Negara besar dengan semua PR besar yang ada, hanya akan mampu diselesaikan dengan otak besar, mental kuat, dan jiwa yang juga besar. Target pemerintah untuk menggapai generasi emas 2045 tentu tidak bisa diperjuangkan sendiri-sendiri.
Butuh kerja kolaboratif dari semua elemen bangsa ini. Perjalanan masih panjang, dan kita yakin dengan semua proses ini akan semakin mematangkan kita, dan menggiring kita sampai di tujuan-tujuan besar kita nantinya…
Tetap jernih dalam berpikir, tetap tenang dalam bertindak, dan tetap jaga stabilitas emosi dalam segala hal.
Setiap lembaran kehidupan memerlukan cara baca dan penyikapan yang benar. Tidak boleh berlebihan dalam merespon segala sesuatu.
Ketenangan adalah kekuatan, kesabaran adalah kekuatan, dan tawakkal setelah mengusahakan yang terbaik juga kekuatan.
Jangan buang waktu dalam hidup, dengan cara menyikapi segala sesuatu dengan cara yang tidak tepat.
Banyak orang terjebak dengan pikirannya sendiri, banyak orang terkecoh dengan sikap orang lain, dan banyak orang menavigasi hidupnya dengan selera orang lain.
Terus melangkah maju, terus fokus dengan tujuan besar, dan jangan pernah mengalah dengan keadaan dengan cara bekerja dan berkarya lebih baik lagi dari waktu ke waktu.
Terus maksimalkan potensi diri untuk terus maju, terus kembangkan mental kolaborasi agar kita bisa bekerjasama dengan semua orang, dengan semua perbedaan yang ada untuk mencapai tujuan kebaikan bersama.
Mungkin ada baiknya kita perlu membaca Buku Tokoh Pemikir Karakter Bangsa digagas untuk menggali pemikiran-pemikiran tokoh sejarah tentang corak karakter kebangsaan dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa.
SebutĀ antara lain: demokrasi, kebudayaan, pendidikan, serta pembangunan dan kesejahteraan sosial. H. O. S. Tjokroaminoto, Abdul Rivai, Mohammad Natsir (aspek demokrasi); Sutan Takdir Alisjahbana, Soetomo, Muhammad Yamin (aspek kebudayaan);
Ki Hajar Dewantara, Mohamad Sjafei, dan Rahmah el-Yunusiyah (aspek pendidikan); Soedjatmoko, Widjojo Nitisastro, Mubyarto (aspek pembangunan).
Mereka ,adalah beberapa tokoh sejarah yang diupayakan ditelaah pemikirannya dalam buku ini.
Pemikiran mereka sangat penting untuk diketahui sebagai ungkapan rasa perhatian dan kepedulian mereka terhadap kemajuan bangsa.
Pemikiran mereka mewarnai perjalanan kehidupan bangsa bahkan mengakar kuat pada karakter bangsa saat ini.
Pemikiran mereka juga menginspirasi dan menggugah generasi penerus untuk memikirkan permasalahan bangsa dan berupaya menjawabnya sesuai dengan jiwa zamannya.
Buku ini penting sebagai bahan permenungan dan sumber inspirasi bagi kita dalam berkontribusi untuk membangun bangsa.
Penulis adalah Penggiat Sosial Surabaya dan pendiri Pejuang Kampoeng
