SURABAYA, WARTA PERTIWI – Bertempat di Gedung H Kampus Universitas Dr. Soetomo Surabaya (Unitomo), Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra (FIPS) kembali gelar Bunkasai “Japanese Fun Festival (JFF) 2026”.
Kegiatan tahunan bertema “Kachoufuugetsu” atau keindahan alam ini diikuti 250 peserta yang terdiri atas siswa SMA, MA, dan SMK se-Jawa Timur yang memiliki pembelajaran Bahasa Jepang, mahasiswa, serta komunitas pecinta budaya Jepang di Surabaya. Festival ini menjadi sarana untuk memperkenalkan bahasa, seni, dan budaya Jepang kepada generasi muda melalui berbagai kompetisi, pertunjukan budaya, dan aktivitas edukatif.
Acara dibuka secara resmi oleh Konsul Jenderal Jepang, Takonai Susumu, bersama Rektor Universitas Dr. Soetomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H. Dalam sambutannya, Prof. Siti Marwiyah menegaskan bahwa Japanese Fun Festival tidak hanya menjadi ajang pertukaran budaya, tetapi juga membuka wawasan generasi muda terhadap peluang pendidikan dan karier internasional. Menurutnya, Jepang saat ini membutuhkan tenaga kerja dari Indonesia karena adanya kesamaan nilai budaya, seperti kedisiplinan, etika, sopan santun, dan semangat kerja yang tinggi.
“Melalui Japanese Fun Festival ini, kami ingin generasi muda tidak hanya mengenal budaya Jepang, tetapi juga melihat peluang besar yang terbuka melalui penguasaan bahasa Jepang. Unitomo terus membangun kerja sama dengan berbagai mitra industri dan lembaga di Jepang agar lulusan kami memiliki kompetensi global dan siap memanfaatkan peluang kerja internasional,” ujar Prof. Siti Marwiyah.
Ia juga mengajak para pelajar untuk memanfaatkan bonus demografi Indonesia dengan meningkatkan kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Jepang, yang semakin dibutuhkan di dunia kerja global.
Sementara itu, Konsul Jenderal Jepang, Takonai Susumu, mengaku terkesan dengan tingginya antusiasme peserta yang hadir.
Menurutnya, semangat pelajar dan mahasiswa Indonesia dalam mempelajari budaya Jepang menjadi modal penting untuk mempererat hubungan kedua negara.
“Saya sangat terkesan melihat semangat para mahasiswa dan pelajar Indonesia dalam mempelajari budaya Jepang. Kegiatan seperti ini menjadi jembatan penting untuk mempererat hubungan budaya antara Jepang dan Indonesia,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan I FIPS Unitomo, Dr. Suhartawan Budianto, S.S., M.Pd., menyampaikan bahwa Japanese Fun Festival merupakan agenda rutin Program Studi Sastra Jepang yang bertujuan memperkenalkan budaya Jepang sekaligus mengembangkan kreativitas mahasiswa dan pelajar. “Japanese Fun Festival bukan sekadar hiburan, tetapi juga media edukasi budaya dan pengembangan kreativitas generasi muda,” katanya.
Berbagai kompetisi turut memeriahkan JFF 2026. Pada kategori akademik, panitia menggelar lomba Cerdas Cermat, Shodou (kaligrafi Jepang), Roudoku (Seni membaca Bahasa Jepang), Kakikikitori (mendengar dan menulis), dan Kanji. Adapun kategori umum meliputi J-Song, Seiyuu (dubbing karakter anime), Fanart, Design Character, Coswalk, dan fotografi. Selain perlombaan, pengunjung juga disuguhi pertunjukan budaya Jepang seperti Yosakoi, Chanoyu (upacara minum teh), demonstrasi kaligrafi Jepang, serta penampilan komunitas budaya Jepang Unitomo. Acara semakin meriah dengan penampilan cosplayer Ameru dan Moondellarossa serta kehadiran stan makanan khas Jepang dan merchandise bertema Jepang.
Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur. Salah satunya Rizki Mulia, siswa kelas X dari MAN 1 Jombang yang mengikuti lomba J-Song bersama sepuluh rekannya. “Kami sangat senang bisa mengikuti Japanese Fun Festival tahun ini. Selain lombanya beragam, kami juga bisa bertemu teman-teman dari sekolah lain yang memiliki minat yang sama terhadap budaya Jepang. Acara seperti ini membuat kami semakin termotivasi untuk belajar bahasa dan budaya Jepang lebih dalam,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Unitomo berharap Japanese Fun Festival dapat terus menjadi ruang kolaborasi budaya yang mempererat hubungan Indonesia dan Jepang sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang berwawasan global dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Editor: Ida



