SURABAYA | WARTA PERTIWI – Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) dan Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya bersinergi dalam program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kemendiktisaintek. Program ini menyasar pengembangan UMKM rumah tangga Ratunya Laundry yang berlokasi di Jalan Bumiarjo No. 106, Kecamatan Sawunggaling, Surabaya. (Selasa, 19 Agustus 2025)
Dipimpin oleh Dr. Nensy Megawati Simanjuntak, S.Pd., M.Pd., tim pengusul terdiri dari dosen Unitomo Dr. Nurhayati, SE., MSA(HumBis), Ak., CA dan Erwin Dhaniswara, A.Md., S.SI. dari Uwika, serta melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas. Mereka mengusung pendekatan Bisnis Model Canvas untuk memperkuat fondasi bisnis Ratunya Laundry.
“Tujuan kami adalah memberdayakan UMKM melalui inovasi dan model bisnis berkelanjutan,” ujar Nensy. Tim juga memberikan pelatihan digital marketing dan sistem akuntansi agar usaha dapat beradaptasi dengan era digital.
Sebagai bentuk dukungan nyata, tim PKM menyerahkan hibah berupa mesin pengering inverter yang dijuluki “Mesin Aduhai”. Alat ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing usaha laundry di tengah persaingan industri jasa cuci pakaian.

Pemilik Ratunya Laundry, Hadi Surono, menyambut baik bantuan tersebut. “Mesin ini sangat membantu mempercepat pelayanan. Kami jadi lebih percaya diri bersaing,” ungkapnya.
Kepala LPPM Unitomo, Prof. Dr. Nur Sayidah, turut hadir dalam kegiatan monitoring dan menyampaikan apresiasinya. “Sinergi antara akademisi dan UMKM seperti ini sangat penting. Kami berharap Ratunya Laundry bisa menjadi role model usaha rumah tangga berbasis teknologi di Surabaya,” ujarnya.
Program ini berlangsung dari Juli hingga Desember 2025 dan diharapkan mampu menanamkan semangat inovasi, keberlanjutan, serta adaptasi digital dalam bisnis keluarga.(id@)



