Close

Ketua KUB Sta. Maria Angela Stasi Bello Gagas Kebun Kolektif di Wilayah Beato Carlo Acutis

Foto : Ketua Kelompok Umat Basis (KUB) Sta. Maria Angela Stasi Bello, Frans Maksi.

KUPANG (NTT) | WARTA PERTIWI –  Ketua Kelompok Umat Basis (KUB) Sta. Maria Angela Stasi Bello, Frans Maksi, mulai melirik lahan kosong di wilayah KUB Beato Carlo Acutis, RT 007/RW 003, Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT untuk dijadikan kebun kolektif atau community garden.

Rencana ini lahir dari semangat kebersamaan umat untuk memanfaatkan lahan tidur menjadi sumber pangan, ruang interaksi sosial, sekaligus sarana pemberdayaan ekonomi.

“Kebun kolektif bukan sekadar menanam, tetapi membangun komunitas yang kuat, saling mendukung, dan berbagi manfaat bersama,” ujar Frans belum lama ini.

Frans menegaskan, inisiatif ini juga merupakan bagian dari program Seksi Pengembangan Ekonomi Umat Paroki yang digagas oleh Bapak Goris Takene.

Program ini mendorong setiap KUB untuk melakukan langkah nyata dalam pengembangan ekonomi umat, dimulai dari kebun bersama.

“Paling tidak, kebutuhan dapur seperti sayur-mayur bisa terpenuhi dari kebun ini. Kalau bisa lebih, hasilnya bisa dijual untuk menambah pemasukan,” kata Frans.

Menurutnya, kebun kolektif dapat memberi berbagai manfaat. Dari sisi sosial, keberadaan kebun ini akan menjadi tempat berkumpul, mempererat tali silaturahmi, dan menciptakan lingkungan yang lebih harmonis antarwarga.

Dari sisi psikologis, keterlibatan langsung warga akan menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam merawat kebun tersebut.

Selain itu, hasil panen nantinya diharapkan dapat membantu kebutuhan pangan rumah tangga, sekaligus mengurangi beban pengeluaran harian.

“Kita ingin kebun ini memberi dampak nyata, baik secara ekonomi maupun kesehatan, karena aktivitas berkebun juga menyehatkan tubuh dan pikiran,” tambahnya.

Frans Maksi mengajak seluruh anggota KUB dan warga sekitar untuk bergotong royong dalam proses persiapan, mulai dari pembersihan lahan, penanaman, hingga pengelolaan kebun.

Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan, kebun kolektif ini akan menjadi contoh nyata pemberdayaan berbasis komunitas di tengah kota.

Jika rencana ini berjalan sesuai harapan, Kebun Kolektif KUB Sta. Maria Angela akan menjadi wadah produktif yang bukan hanya menumbuhkan tanaman, tetapi juga menumbuhkan persaudaraan, solidaritas, dan harapan baru bagi masyarakat pinggiran Kota Kupang.(RIO)

scroll to top