Close

Menyusuri Jejak Putri Cempo di Bukit Gunungsari

Keterangan Foto : Pintu gerbang utama Makam Putri Cempo di Bukit Gunungsari, Gresik, menyambut peziarah dengan nuansa arsitektur khas Campa yang menjadi jejak sejarah Islam Jawa. (Foto dok wartapertiwi.com)

Gresik, Warta Pertiwi – Di senja yang perlahan meredup, jalan menanjak menuju Bukit Gunungsari dipenuhi aroma kopi dari deretan kafe milenial. Di balik suasana modern itu, tersimpan sebuah kisah tua yang masih hidup hingga kini: Makam Putri Cempo.

Jejak Sejarah dari Negeri Campa

Putri Cempo, atau Putri Campa, diyakini berasal dari negeri Campa-wilayah yang kini dikenal sebagai Kamboja dan Vietnam. Kisahnya berlapis versi, namun semuanya menempatkan sosok ini di persimpangan sejarah besar Nusantara. Ada yang menyebut ia selir Prabu Brawijaya V dari Majapahit, ada pula yang menegaskan ia adalah ibu dari Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak. Versi lokal Gresik bahkan menuturkan ia seorang saudagar kaya yang mengagumi ajaran Sunan Giri.

Arsitektur Campa di Tanah Jawa

Makam Putri Cempo berdiri dengan cungkup bercorak khas Campa. Ornamen cerah menghiasi bangunan, seolah menjadi penanda bahwa jejak budaya asing pernah berakar di tanah Jawa. Di sekitarnya, makam para pengikut dan punggawa turut menjaga keheningan. Tak jauh dari sana, sebuah gua dipercaya sebagai tempat khalwat Sunan Giri, menambah aura spiritual kawasan ini.

Keterangan Foto : Cungkup makam memiliki gaya arsitektur khas Negeri Campa dengan ornamen hiasan dan pewarnaan yang cerah. (Foto dok. wartapertiwi.com)

Antara Ziarah dan Nongkrong

Kini, kawasan Makam Putri Cempo bukan hanya menjadi tujuan ziarah. Jalan menuju puncak bukit berubah menjadi ruang pertemuan generasi muda. Kafe-kafe kopi berdiri berjejer, menawarkan panorama Kota Gresik dari ketinggian. Di tengah hiruk pikuk itu, makam tetap menjadi pusat perhatian, seolah mengingatkan bahwa modernitas dan spiritualitas bisa berjalan beriringan.

Mitos dan Keyakinan

Di kalangan pelajar, beredar keyakinan bahwa berziarah ke makam ini dapat membawa keberuntungan akademis. “Ada rasa tenang setelah berdoa di sini. Kami percaya, selain usaha belajar, doa di makam ini bisa membawa berkah,” ujar Siti Rahma, seorang pelajar SMA di Gresik saat di wawancarai wartapertiwi.com Rabu, (24/12/2025)

Simbol Pertemuan Budaya

Makam Putri Cempo adalah simbol pertemuan Campa-Majapahit-Islam Jawa. Ia bukan hanya situs religi, melainkan juga ruang sosial yang terus bertransformasi. Dari kisah sejarah hingga mitos pendidikan, dari cungkup bercorak Campa hingga kafe modern, semuanya berpadu di satu titik: Bukit Gunungsari, Gresik. (id@)

scroll to top