warta pertiwi.com – Jika kita keluar rumah di Surabaya hari ini, Sabtu 24 Oktober 2026, kita akan langsung paham. Ini bukan panas biasa.
Sejak pukul 08.00 WIB pagi, langit Surabaya sudah cerah menyengat. Data BMKG mencatat suhu resmi Surabaya hari ini di angka *26 – 36°C*. Tapi yang dirasakan tubuh jauh lebih kejam. Suhu yang dirasakan atau _feels like_ mencapai *39-40°C* siang ini, dengan kelembapan 47% dan Indeks UV di level *11 (Extreme)*. Artinya, 5 menit di bawah matahari tanpa topi, kulit sudah terasa perih. ce32
Ini memang tren sepekan terakhir di Jawa Timur. BMKG menyebut Pulau Jawa hari ini diprakirakan cerah hingga panas dengan Surabaya menjadi kota terpanas se-Jawa dengan suhu maksimum 36°C. 8805
Apa yang terjadi di jalanan kata Umi Yuliati ?
Pukul 10.00 Wib hingga 15.Wib s, Surabaya seperti setengah mati. Aspal di Jalan Ahmad Yani dan Tunjungan berkilau memantulkan panas. Pengendara motor menepi di bawah jembatan penyeberangan, bukan karena mogok, tapi mencari bayangan 1 meter.
Warung es degan di pinggir jalan laris manis. Sebaliknya, warung kopi yang biasanya ramai, sepi. “Orang males keluar. Kalau gak penting-penting amat, mending di rumah.
Kualitas udara juga ikut memburuk. Hari ini AQI Surabaya menyentuh 160 kategori Tidak Sehat, polutan utamanya PM2.5. Kombinasi panas, polusi, dan angin timur yang pelan (hanya 8-18 km/jam) bikin napas terasa berat. ce32
Malam pun tidak membantu..
Biasanya malam Surabaya masih ada angin. Hari ini tidak. Prakiraan malam ini masih di 30°C tapi terasa 35°C, dengan kelembapan naik sampai 78%. Dinding rumah yang seharian menyerap panas, mengembalikannya di malam hari. Tidur pun lengket. ce32
Umi Yuliati Pegiat Sosial dan Tokoh Perempuan (istri dari Cak Oga Pegiat Sosial Kota Surabaya) mengimbau warga untuk:
1. Minum air putih lebih banyak, jangan tunggu haus
2. Pakai tabir surya, topi, dan payung meski terlihat mendung
3. Hindari aktivitas berat jam 11.00 – 15.00 WIB
4. Waspada hujan lokal yang bisa turun tiba-tiba meski siang terik
Panasnya Surabaya hari ini adalah pengingat: kota pahlawan ini memang kota pejuang. Pejuang melawan macet, pejuang melawan banjir, dan hari ini, pejuang melawan mataharinya sendiri.
Penulis : Umi Yuliati adalah pegiat sosial Pejuang Kampoeng


