SURABAYA, WARTA PERTIWI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur mencatat kinerja sektor jasa keuangan hingga November 2025 tetap terjaga dan berperan penting dalam menopang perekonomian daerah. Kondisi ini sejalan dengan perkembangan sektor keuangan di seluruh wilayah Jawa Timur, yang tercermin dari perbankan, industri keuangan nonbank (IKNB), pasar modal, serta penguatan literasi dan inklusi keuangan.
Kepala OJK Jawa Timur, Yunita Linda Sari, menegaskan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan terus mendukung aktivitas ekonomi daerah.
“Stabilitas sektor jasa keuangan Jawa Timur tetap terjaga dan terus mendukung aktivitas ekonomi daerah,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).
Inflasi Terkendali
– November 2025: 2,63% yoy, naik dari triwulan III sebesar 2,53% yoy.
– Desember 2025: 2,93% yoy, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,25.
Kenaikan inflasi dipicu oleh harga hortikultura (curah hujan tinggi) dan komoditas peternakan (biaya input + permintaan Nataru). Namun, kebijakan pemerintah seperti subsidi PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk angkutan udara membantu menahan tekanan inflasi.l
Risiko inflasi ke depan diperkirakan berasal dari pangan strategis, emas perhiasan, dan transportasi. Sinergi TPID se-Jatim bersama TPIP pusat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) menjadi kunci menjaga stabilitas harga.
Pasar Modal Menguat
Perkembangan pasar modal Jawa Timur hingga November 2025 menunjukkan tren positif:
– Investor ritel meningkat:
– SID saham: 1.107.791 (+33,15% yoy)
– SID SBN: 188.022 (+17,21% yoy)
– SID reksa dana: 2.096.095 (+25,29% yoy)
– Aktivitas perdagangan saham:
– Transaksi beli: Rp25.729 miliar (+97,50% yoy)
– Transaksi jual: Rp26.111 miliar (+118,83% yoy)
– Total transaksi: Rp51.840 miliar (+107,70% yoy)
– Kepemilikan saham: Rp146,741 miliar (+41,81% yoy).
– Reksa dana: penjualan Rp5.833 miliar (+249,28% yoy), dengan nasabah institusi naik 70,90% dan nasabah perorangan naik 38,40%.
Dengan stabilitas keuangan yang terjaga, inflasi terkendali, serta pasar modal yang semakin dalam, Jawa Timur memiliki prospek ekonomi positif untuk 2026. Fokus kebijakan akan diarahkan pada:
– Stabilisasi pasokan pangan
– Kelancaran distribusi
– Respons musiman berbasis kewilayahan
Tujuannya menjaga inflasi tetap dalam sasaran dan memperkuat daya tahan ekonomi daerah.
Editor : Ida



