SURABAYA | WARTA PERTIWI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah nasional, khususnya di kalangan generasi muda. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Grand Final Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2025 yang digelar di Kantor OJK Provinsi Jawa Timur.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan ekosistem keuangan syariah di Indonesia.
“Generasi muda adalah kekuatan pendorong perubahan, konsumen cerdas, agen edukasi, serta sumber inovasi produk keuangan syariah yang adaptif,” ujar Friderica dalam sambutannya.
ISFO 2025 mencatat partisipasi luar biasa dengan total 10.736 peserta dari 3.504 tim yang berasal dari seluruh Indonesia, meningkat 143 persen dibanding tahun sebelumnya. Kompetisi berlangsung sejak 1 Agustus hingga 4 November 2025, terdiri dari dua kategori utama: Kompetisi Cerdas Cermat Keuangan Syariah (CCKS) dan Wirausaha Muda Syariah (WMS).
Dalam Grand Final yang digelar secara hybrid, berikut adalah para pemenang dari masing-masing kategori:
CCKS Pelajar:
– Juara 1: MAN 2 Kota Malang
– Juara 2: MAN 4 Jakarta
– Juara 3: SMAN 2 Kuningan
CCKS Mahasiswa:
– Juara 1: Universitas Brawijaya
– Juara 2: Universitas Diponegoro
– Juara 3: Universitas Tanjungpura Pontianak
Wirausaha Muda Syariah:
– Juara 1: IPB University (Kawibawa)
– Juara 2: Politeknik Negeri Malang (CAKKA Healthy Noodle Food)
– Juara 3: Universitas Pendidikan Indonesia (Ecokit Growbox IDN)
Best Supporter:
– Juara 1: SMAN 2 Kuningan
– Juara 2: Universitas Tanjungpura Pontianak
– Juara 3: MAN 4 Jakarta
Selain kompetisi, dilakukan pula penyerahan produk keuangan secara simbolis kepada peserta, yaitu SimPel iB dari Bank Syariah Indonesia kepada SMAN 2 Kuningan dan Tabungan Emas dari Pegadaian kepada Balqis Salimah, finalis WMS dengan usaha Kopi Voyee.
Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Akhmad Jazuli turut mengapresiasi OJK atas upaya berkelanjutan dalam membangun pemahaman keuangan syariah di kalangan pelajar dan mahasiswa.
“Kegiatan ini diharapkan mampu mewujudkan perekonomian masyarakat yang sesuai dengan syariat, meningkatkan kualitas keimanan dan kehidupan masyarakat,” ujar Jazuli.
OJK juga mendorong peserta untuk memanfaatkan platform edukasi digital seperti website OJK, LMSKU, dan minisite Sikapiuangmu. Selama ISFO 2025 berlangsung, tercatat penambahan 4.697 akun baru di platform edukasi tersebut.
Dengan semangat inklusif dan berkelanjutan, OJK berkomitmen untuk terus memperluas akses keuangan syariah dan memperkuat karakter generasi muda sebagai pilar utama ekosistem keuangan syariah Indonesia.(id@)



