Surabaya, Warta Pertiwi – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., melakukan kunjungan kerja maraton di Kabupaten Lamongan, Kamis (4/12/2025), untuk mempercepat penurunan angka stunting sekaligus memperkuat kualitas keluarga Indonesia.
Agenda dimulai dari Dusun Sekar Putih, Desa Rancang Kencono, Kecamatan Sekaran, dengan meninjau langsung keluarga berisiko stunting. Wihaji memastikan bantuan konkret diberikan, mulai dari pembangunan rumah, dukungan ekonomi, hingga penggantian kendaraan yang hilang.
“Menyelamatkan satu orang sama dengan menyelamatkan satu generasi. Negara harus hadir,” tegas Wihaji.
Dari Sekaran, rombongan menuju Pendopo Kabupaten Lamongan untuk meluncurkan Program SIDAYA (Lanjut Usia Berdaya, Wujud Cinta Nyata) sebagai upaya pemberdayaan lansia.
Kunjungan berlanjut ke Desa Siman, Kecamatan Sekaran, dengan meninjau keluarga risiko stunting lainnya. Bantuan perbaikan rumah dan dukungan ekonomi kembali diberikan agar keluarga dapat mencapai standar hidup sehat.
Menjelang malam, Wihaji meresmikan Pusat Konsultasi Keluarga Sakinah (PKKS) di Pondok Pesantren Al-Fattah, Desa Siman. Ia berdialog dengan 1.000 santri mengenai peran generasi muda dalam membangun keluarga dan bangsa.
Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA., M.EK., menegaskan komitmen daerah dalam memperkuat program penanganan stunting melalui kolaborasi, termasuk program Genting yang melibatkan pengusaha dan orang tua asuh.
Wihaji menutup rangkaian kunjungan dengan pesan agar bantuan bagi keluarga berisiko stunting tidak dipersulit birokrasi.
“Kalau layak dibantu, ya dibantu. Tidak perlu syarat yang rumit,” ujarnya.
Kunjungan maraton ini menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir langsung di tengah masyarakat, memastikan program pengentasan stunting berjalan tepat sasaran. (id@)



