Close

Nobar Film Panggil Aku Ayah Meriah, Kader KB se-Kota Malang Antusias Dukung Gerakan Ayah Teladan

Foto : Suasana nobar film Panggil Aku Ayah di Kota Malang yang diikuti ratusan kader KB dan tokoh masyarakat sebagai bagian dari sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia.

MALANG | WARTA PERTIWI – Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti kegiatan nonton bareng (nobar) film Panggil Aku Ayah yang digelar di Kota Malang. Sekitar 180 kader pelaksana dan pengelola Program Bangga Kencana se-Kota Malang turut hadir, bersama sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, dalam rangka mendukung Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Film ini menjadi media sosialisasi Program Quick Wins Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, yang bertujuan mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dan perkembangan remaja, demi memperkuat ketahanan keluarga.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tenaga Ahli Menteri, Aulia Rayimas Tinkar, anggota DPRD Kota Malang Joko, Ketua dan pengurus HIPMI Kota Malang, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, serta Ketua DPC IPeKB Kota Malang Danial Mukti bersama para penyuluh KB.

Danial Mukti menyampaikan bahwa film Panggil Aku Ayah sangat relevan dengan kondisi keluarga Indonesia saat ini. “Film ini menggambarkan pentingnya kehadiran ayah secara emosional, bukan hanya fisik. Banyak keluarga mengalami fenomena fatherless, di mana ayah hadir secara fisik tetapi jauh secara komunikasi dan psikologis,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan nobar ini telah dilaksanakan di berbagai kota di Jawa Timur dan menyasar para ayah maupun calon ayah agar lebih memahami peran strategis mereka dalam keluarga.

Sementara itu, Aulia Rayimas Tinkar menegaskan bahwa pesan film ini ditujukan untuk seluruh anggota keluarga. “Pak Menteri selalu menekankan bahwa ketahanan negara berawal dari ketahanan keluarga. Ayah bukan sekadar pencari nafkah, tetapi juga pendidik dan teladan bagi anak-anaknya,” jelasnya.

Ia menambahkan, ayah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan seperti kemandirian dan ketangguhan. Melalui kegiatan ini, diharapkan peran ayah dalam keluarga semakin kuat sehingga mampu mengurangi dampak negatif dari fenomena fatherless terhadap tumbuh kembang anak.

Kegiatan nobar ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk membangun keluarga Indonesia yang lebih tangguh, sehat, dan harmonis.(id@)

scroll to top