Close

Renungan Harian Katolik 4 Oktober 2025, “Karena Namamu Terdaftar di Surga”

Foto : Bruder Pio Hayon SVD

Oleh : Bruder Pio Hayon, SVD

KUPANG (NTT) | WARTA PERTIWI – Renungan Harian Katolik Hari Sabtu Pekan Biasa XXVI, Sabtu, 4 Oktober 2204 PW Sto. Fransiskus dari Asisi merujuk pada Bacaan I:  Bar. 4: 5-12.27-29 dan Injil:  Luk. 10:17-24

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Salam sejahtera untuk kita semua. Pada hari ini, Gereja sejagat merayakan Peringatan Wajib Santo Fransiskus dari Asisi, seorang santo yang dikenal karena kemiskinannya, cintanya kepada alam, dan pengabdiannya yang mendalam kepada Kristus.

Tema “Karena namamu terdaftar di surga” mengajak kita untuk merenungkan tentang sukacita sejati, prioritas yang abadi, dan bagaimana kita dapat meneladani Santo Fransiskus dalam mengarahkan hati kita kepada Allah dan Kerajaan-Nya.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Bacaan pertama hari ini dari Kitab Barukh (4:5-12, 27-30) mengingatkan umat Israel yang berada dalam pembuangan bahwa Allah tidak melupakan mereka. Ia akan membebaskan mereka dan membawa mereka kembali ke Yerusalem.

Pengharapan ini menjadi sumber kekuatan di tengah penderitaan. Sedangkan dari bacaan Injil Lukas (10:17-24), para murid kembali dengan gembira setelah berhasil mengusir setan-setan dalam nama Yesus.

Namun, Yesus mengarahkan sukacita mereka kepada sesuatu yang lebih besar: bukan pada kuasa yang mereka miliki, melainkan pada fakta bahwa nama mereka terdaftar di surga.

Refleksi kita atas permenugan kita adalah tentang : Prioritas: Apakah kita lebih fokus pada pencapaian duniawi atau pada hal-hal rohani yang kekal?

Apakah kita mengejar kekuasaan, kekayaan, atau pengakuan, ataukah kita lebih mengutamakan hubungan kita dengan Allah?

Sukacita: Di manakah kita menemukan sukacita sejati? Apakah sukacita kita bergantung pada keadaan eksternal, ataukah berakar dalam iman kita kepada Kristus?

Keteladanan Fransiskus: Bagaimana kita dapat meneladani semangat Santo Fransiskus dalam hidup kita sehari-hari?

Apakah kita bersedia untuk melepaskan diri dari keterikatan materi dan hidup lebih sederhana? Apakah kita mengasihi alam dan merawat ciptaan Allah?

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama: Hari ini, marilah kita merenungkan panggilan untuk mengarahkan hati kita kepada Allah dan mencari sukacita sejati dalam Kerajaan-Nya.

Kedua, semoga kita diberi hikmat untuk memahami bahwa harta yang paling berharga adalah nama kita yang terdaftar di surga.

Ketiga, untuk itu mari kita berdoa agar kita dapat meneladani Santo Fransiskus dalam kemiskinannya, cintanya kepada alam, dan pengabdiannya yang tak tergoyahkan kepada Kristus.(*/RIO)

scroll to top