WARTA PERTIWI.COM, SURABAYA – SMA Negeri 19 Surabaya menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Mindful Student, Mindful Life – Remaja Sehat, Asertif, & Happy” sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental remaja. Bertempat di Aula Atas sekolah, acara ini diikuti ratusan siswa kelas X dan XI dengan antusiasme tinggi.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara SMAN 19 Surabaya dan Kemendugbangga/BKKBN Jawa Timur. Hadir sebagai narasumber, Ketua Tim KSPK BKKBN Jatim Dra. Sofia Hanik, MM, Psikolog Fonny Indri M., S.Psi., M.Psi., serta Ketua Forum Genre Jatim, Suma Firman Romadhoni.
Kepala SMAN 19 Surabaya, Agustina Pertiwiningrum, M.Pd., menekankan pentingnya membekali siswa dengan ketahanan diri di era digital. “Ini bukan hanya tentang kesehatan mental, tapi juga ketahanan diri. Kami ingin anak-anak merasa sekolah ini adalah rumah kedua,” ujarnya.
Ia juga memaparkan program strategis sekolah seperti Tim SSK, TPPK, dan ROOTS yang mendampingi siswa secara emosional dan sosial. Salah satu bentuk pendekatan kreatif adalah lomba mural ekskul yang melibatkan puluhan siswa dalam mendesain dan menghias dinding sekolah. “Kami ingin mural jadi karya anak-anak sendiri, supaya mereka bangga dan tidak tega merusaknya,” tambahnya.

Psikolog Fonny Indri menjelaskan bahwa remaja sangat rentan terhadap tekanan sosial dan informasi digital yang tidak akurat. Ia menekankan pentingnya pendekatan dialogis dan mengenali tanda-tanda gangguan mental seperti membolos, menarik diri, atau menyakiti diri sendiri. “Jika tanda-tanda itu muncul lebih dari dua minggu, itu alarm serius dan harus segera ditangani,” tegas Fonny.
Ketua PIK-R SSK, Diana Falida, menyambut baik kegiatan ini. “Sosialisasi ini sangat relevan karena memperkuat pemahaman teman-teman tentang pentingnya menjaga kesehatan mental,” ujarnya.
Senada, Retno Rara dari kelas X menambahkan, “Kesehatan mental itu berasal dari dalam diri. Kami terus mengimbau teman-teman agar tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.”

Agustina berharap program ini menjadi bekal konkret bagi siswa menghadapi tantangan remaja. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kemendugbangga/BKKBN Jatim atas pendampingan dan materi yang sesuai dengan kebutuhan sekolah di wilayah padat penduduk seperti Surabaya Utara.
“Anak-anak harus menjadi generasi yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan. Jangan lengah, jangan mudah tergoda. Jaga diri, jaga cita-cita, dan yakin bahwa masa depan itu ada di tangan kalian sendiri,” tutupnya.
Dengan pendekatan ramah remaja dan kolaborasi lintas pihak, SMAN 19 Surabaya menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang peduli terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan emosional siswa.(*/id@)
Editor : Ida Rachmajanti
