Close

Misteri Kematian Sevi Ayu Claudia Terkuak: Korban Tewas Akibat Kekerasan Benda Tumpul

Foto : Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, saat konferensi pers. (Foto: Humas Polres Gresik)

WARTA PERTIWI.COM, GRESIK – Kasus kematian tragis Sevi Ayu Claudia (30), seorang driver ojek online asal Sidoarjo, mulai menemukan titik terang. Berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan oleh dr. Nily Sulistyorini, SpFM, di RSUD Ibnu Sina Gresik pada Minggu (27/7), korban dinyatakan meninggal dunia akibat trauma berat di kepala yang disebabkan oleh kekerasan benda tumpul.

Korban ditemukan dalam kondisi mengenakan jaket jeans biru, atasan hitam, dan celana abu-abu. Pemeriksaan luar menunjukkan lebam keunguan di dada kiri dan punggung, serta kaku mayat pada rahang dan pergelangan kaki, mengindikasikan kematian terjadi sekitar 18–24 jam sebelum otopsi.

Yang paling mencolok, terdapat delapan luka robek di kepala berukuran 2–6,5 cm, serta memar hebat dari puncak hingga belakang kepala. Di dalam rongga mulut ditemukan lakban hitam sepanjang 10 cm, dan memar di bibir bagian dalam. Leher korban mengalami luka lecet, sementara tangan menunjukkan memar dan lecet yang diduga akibat perlawanan.

Pemeriksaan alat kelamin menunjukkan cairan putih dan robekan lama pada selaput dara, namun tidak ditemukan indikasi kekerasan seksual terbaru.

Otopsi bagian dalam memperkuat dugaan kekerasan fisik, dengan ditemukannya perdarahan di bawah selaput otak dan selaput laba-laba, serta resapan darah di area kepala yang berpotensi menyebabkan kematian.

Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Sevi dan memastikan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif.

“Semoga pelaku segera tertangkap dan kasus ini dapat segera terungkap dengan terang,” ujar AKBP Rovan.

Saat ini, polisi masih menunggu hasil toksikologi lambung dan darah, serta laboratorium swab vagina dan kuku tangan kanan. Empat orang saksi telah diperiksa, dan sejumlah barang bukti seperti jaket, baju hitam, dan celana abu-abu milik korban telah diamankan.

RSUD Ibnu Sina Gresik dan tim forensik menegaskan bahwa kematian korban murni akibat trauma berat di kepala, bukan karena sebab alami.(*/id@)

Editor: Ida Rachmajanti

scroll to top