BANGKALAN | WARTA PERTIWI – Baru tiga hari sejak diresmikan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berdiri di Yayasan Ibnu Dahlan, Desa Cangkraman, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, langsung menunjukkan dampak positif melalui pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada pelajar dan masyarakat penerima manfaat.
Pelayanan gizi yang optimal ini mendapat apresiasi langsung dari orang tua siswa. Salah satunya, H. Ali Ridho, yang menyampaikan rasa terima kasih atas manfaat nyata program MBG terhadap semangat belajar anak-anak.
“Sekarang jadi rajin giat belajar di sekolah. Atas nama orang tua kami mengucapkan terima kasih,” ujarnya saat berkunjung ke SPPG, Selasa (9/9/2025).
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Ketua Yayasan Ibnu Dahlan, Mas’udi, bersama tim akuntan dan ahli gizi. Mereka berdiskusi mengenai keberlanjutan pelayanan MBG agar tetap konsisten dan berdampak luas.
Mas’udi menegaskan bahwa SPPG masih tergolong baru dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
“Kami sangat butuh support, masukan, dan saran supaya pelayanan makin baik lagi,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor demi kesuksesan program MBG yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Diperlukan dukungan semua pihak agar SPPG ini terus dirasakan manfaatnya oleh penerima manfaat,” pungkasnya.
Sekadar informasi, Kepala Badan Gizi Nasional atau BGN, Dadan Hindayana menyebut hingga awal September 2025 baru terdapat 7.477 SPPG yang sudah beroperasi memberikan pelayanan makan bergizi gratis di seluruh Indonesia. Jumlah itu tersebar di 38 provinsi, 509 kabupaten/kota dan 7.022 kecamatan.
Dadan optimis jumlah SPPG yang siap running melayani penerima manfaat akan terus bertambah seiring dorongan BGN dan pendampingan dari pemerintah daerah (pemda). Pihaknya juga mengklaim bahwa pendirian SPPG di berbagai daerah tidak didanai oleh APBN, melainkan didanai mandiri oleh organisasi pendukung seperti TNI, Polri, ormas, yayasan hingga kadin.(id@)



