Close

Surabaya Terapkan Pembatasan Gawai di Sekolah, Hasilnya Positif

SURABAYA, WARTA PERTIWI – Kebijakan pembatasan penggunaan gawai di sekolah yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya selama dua bulan terakhir menunjukkan hasil positif. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyebut langkah ini berhasil meningkatkan interaksi siswa, menekan kasus perundungan, serta membentuk karakter disiplin peserta didik.

“Alhamdulillah dengan pembatasan gawai ini, maka pelaksanaan pendidikan di sekolah semakin interaktif antara guru dan murid. Karena intinya pembatasan ini kita gunakan untuk membuat karakter kedisiplinan anak jadi bagus,” ujar Wali Kota Eri, Kamis (29/1).

Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya berdampak pada siswa, tetapi juga guru. Interaksi sosial meningkat, kasus bullying menurun, dan suasana belajar menjadi lebih aman serta fokus. “Sekarang anak-anak tidak lagi sibuk dengan HP di pojok kelas, mereka berinteraksi. Dampaknya luar biasa di Kota Surabaya,” tambahnya.

Eri menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar akademik, melainkan juga pembentukan karakter. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak di rumah agar kebijakan ini berjalan efektif. “HP tidak bisa menggantikan peran orang tua. Pengawasan di rumah sama pentingnya dengan pembatasan di sekolah,” pesannya.

Dengan kebijakan ini, Pemkot Surabaya berharap dapat mewujudkan kota yang ramah anak sekaligus menyiapkan generasi pemimpin masa depan. “Penerus bangsa ini adalah anak-anak kita. Mereka harus memiliki karakter, jiwa sosial, dan interaksi sosial yang sehat,” pungkasnya.

Editor : Ida

scroll to top