SURABAYA | WARTA PERTIWI – Taiwan menegaskan komitmennya untuk berpartisipasi aktif dalam Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-30 (UNFCCC COP30) yang akan diselenggarakan di Belém, Brasil, pada 10–21 November 2025. Dalam menghadapi ancaman perubahan iklim yang semakin nyata, Taiwan telah menjadikan transisi menuju emisi nol bersih sebagai strategi nasional, dengan mengintegrasikan upaya sektor publik dan swasta secara menyeluruh.
Isaac C. Chiu, Director General Taipei Economic and Trade Office Surabaya (TETO Surabaya), menyampaikan ajakan kepada seluruh pemangku kepentingan di Indonesia bagian Timur untuk mendukung partisipasi Taiwan dalam COP30. “Kerja sama antara Taiwan dan Indonesia memiliki potensi besar dalam menghadapi tantangan iklim global. Kami siap berkolaborasi dengan negara-negara yang memiliki visi serupa,” ujarnya. Kamis, 6/11/2025.
Data Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional Taiwan menunjukkan bahwa emisi bersih pada tahun 2023 mencapai 256,9 juta ton CO2e, menurun 4,64% dibandingkan tahun dasar. Penurunan ini didorong oleh peningkatan efisiensi energi dan peluncuran skema penetapan harga karbon dengan tarif awal USD10 per ton, yang akan disesuaikan secara bertahap agar selaras dengan standar internasional.
Taiwan juga telah menetapkan Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim yang mencakup tujuh sektor utama, termasuk infrastruktur, sumber daya air, penggunaan lahan, dan kesehatan. Tahun ini, pemerintah Taiwan menggandeng pakar kesehatan masyarakat dan organisasi sipil untuk merancang langkah-langkah tanggap terhadap gelombang panas, memanfaatkan kemitraan antara sektor publik dan swasta.
Dalam bidang kerja sama internasional, Taiwan menunjukkan komitmennya melalui penyelenggaraan Seminar Internasional Taiwan-Indonesia ke-3 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 21 Agustus 2025. Kegiatan ini melibatkan Taiwan-Indonesia Science and Technology Innovation Center (TI-STIC), Taiwan Construction Research Institute (TCRI), dan Resource Circulation Administration (RECA) dari Kementerian Lingkungan Hidup Taiwan. Para ahli dari kedua negara berbagi inovasi dan teknologi dalam konstruksi rendah karbon.
Taiwan menegaskan bahwa transisi menuju emisi nol bersih tidak dapat dicapai secara individu. Semangat “gotong royong” atau Global Mutirão yang diusung dalam COP30 menjadi landasan penting untuk kerja sama lintas negara. Taiwan pun mengajak seluruh mitra di Indonesia Timur untuk bersatu menyuarakan dukungan terhadap partisipasinya dalam COP30, demi masa depan yang berkelanjutan melalui implementasi Perjanjian Paris secara komprehensif.(id@)


