WARTA PERTIWI.COM, TAIWAN – Saat ini, konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer terus meningkat, suhu rata-rata global mencapai rekor tertinggi, dan kita menyaksikan perubahan iklim mempengaruhi berbagai belahan dunia dengan tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, Taiwan telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi emisi karbon dan mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050.
Kementerian Lingkungan Hidup Menteri Fuh-Sheng Shieu Republic of China (Taiwan) mengatakan “Pada tahun 2022, Taiwan akan mengumumkan “Blue Print Jalur Nol Emisi Karbon 2050” dan “12 Rencana Aksi Strategis Utama untuk Transformasi Nol Emisi”. Dalam rilis TETO Surabaya yang diterima media ini, Senin 20 November 2023.
Taiwan memiliki teknologi hijau dan kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta bersedia mencari peluang untuk berkontribusi dalam menghadapi perubahan iklim dan restrukturisasi rantai pasokan. Ucapnya
Dalam upaya mencapai emisi nol bersih, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pada bulan Februari tahun ini mengumumkan penerapan “Undang-Undang Respons Perubahan Iklim”, memasukkan target “emisi nol bersih tahun 2050” ke dalam undang-undang, meningkatkannya dari deklarasi kebijakan menjadi norma hukum, menunjukkan tekad untuk mengurangi emisi karbon, dan secara bertahap membangun mekanisme penetapan harga karbon dan ekonomi yang terdiversifikasi, menarik pemimpin perusahaan menuju pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan.
Pada tahun 2022, Taiwan akan secara berturut-turut mengumumkan “Blue Print Jalur Nol Emisi Karbon 2050” dan “12 Rencana Aksi Strategis Utama untuk Transformasi Nol Emisi”, dan berdasarkan dua landasan utama tata kelola, yaitu “penelitian dan pengembangan teknologi” serta “sistem hukum iklim”, Taiwan akan mempercepat promosi empat transformasi utama yaitu energi, industri, kehidupan, dan masyarakat, disaat yang sama akan meluncurkan “Rencana Teknologi Nol Bersih (2023~2026)”.
Di masa depan, investasi akan dilakukan di lima bidang utama termasuk energi berkelanjutan dan berwawasan ke depan, rendah (pengurangan) karbon, negative carbon, daur ulang, dan ilmu pengetahuan manusia dan sosial. Pungkasnya (id@)

