GRESIK | WARTA PERTIWI – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya menghadirkan solusi digital untuk pengelolaan Bank Sampah Unit (BSU) di RW 05 Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Kegiatan pelatihan dan pendampingan yang digelar pada Sabtu, 9 November 2025, di Balai RW setempat ini menjadi puncak dari rangkaian program yang telah berjalan sejak September.
Dipimpin oleh Alvy Mulyaning Tyas, SE., MM., tim PkM Unitomo terdiri dari dosen lintas prodi dan tiga mahasiswa pendamping. Program ini lahir dari hasil survei yang menunjukkan rendahnya partisipasi warga, minimnya edukasi lingkungan, serta pencatatan transaksi bank sampah yang masih dilakukan secara manual dan rawan kesalahan.
Dalam pelatihan yang diikuti oleh 20 peserta, termasuk pengurus BSU, kader lingkungan, dan warga aktif, tim memberikan pembekalan tentang metode komunikasi efektif dan strategi sosialisasi pemilahan sampah. Peserta juga menerima media kampanye berupa banner dan video edukasi untuk mendukung penyuluhan berkelanjutan.
“Inovasi utama kami adalah penerapan aplikasi bank sampah berbasis Google AppSheet. Aplikasi ini memungkinkan pencatatan setoran, perhitungan saldo, dan pembuatan laporan bulanan secara otomatis melalui ponsel,” jelas Alvy Mulyaning Tyas. Ia berharap digitalisasi ini dapat meningkatkan transparansi, efisiensi administrasi, dan kepercayaan warga terhadap pengelolaan bank sampah.
Ketua LPPM Unitomo, Prof. Dr. Nur Sayidah, turut memberikan apresiasi atas integrasi teknologi dalam pemberdayaan masyarakat. “Kami berharap sistem digital ini bisa menjadi model bagi BSU lain di Gresik. Ini sejalan dengan komitmen Unitomo sebagai Kampus Berdampak,” ujarnya.
Dampak positif kegiatan ini dirasakan langsung oleh warga. Ibu Nungky, pengurus BSU Anggrek Desa Betiting, mengungkapkan bahwa pelatihan dan aplikasi digital sangat membantu pengelolaan sampah. “Sekarang pencatatan lebih rapi, setoran warga bisa langsung terlihat di ponsel, dan proses kerja jadi lebih cepat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa program ini juga meningkatkan kesadaran warga untuk memilah sampah sejak dari rumah. “Kami berharap pendampingan seperti ini bisa terus berlanjut karena manfaatnya sangat terasa,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Unitomo membuktikan bahwa dari sampah pun bisa lahir solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat.(id@)

