Close

Wakapolri Pastikan Bantuan Akpol 1990 untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Keterangan Foto : Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo meninjau posko bantuan di Aceh Tamiang dan menyerahkan logistik kepada warga terdampak banjir bandang.

Aceh Tamiang, Warta Pertiwi – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., meninjau langsung kondisi wilayah Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang dan longsor, Rabu (3/12/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat, mendata kebutuhan mendesak, serta mempercepat penyaluran bantuan kemanusiaan.

Komjen Dedi tiba menggunakan helikopter AW milik Korps Polairud Baharkam Polri dan disambut oleh Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi. Di posko bantuan Kemensos, Wakapolri mencatat kebutuhan utama warga berupa air bersih, pakaian, dan armada truk pengangkut logistik. Ia juga memastikan Polri segera mengirimkan 600 stel pakaian dinas lapangan (PDL) untuk personel Polres Aceh Tamiang yang terdampak.

Selain itu, Wakapolri mengarahkan pemanfaatan kendaraan taktis Brimob, termasuk Water Treatment, guna mendukung penyediaan air bersih. Ia bersama Bupati meninjau Pendopo Aceh Tamiang yang sempat terendam hingga dua meter. Warga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan, sementara Wakapolri menegaskan Polri akan membantu pemulihan daerah secara maksimal.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri juga memastikan distribusi bantuan kemanusiaan dari Batalyon Dhira Brata Akpol 1990, yang tiba sehari sebelumnya menggunakan Kapal KN Berhala milik Ditjen Perhubungan Laut. Bantuan meliputi:

– Beras ±32 ton (kemasan 5 kg dan 10 kg)

– Mie instan ±1.100 kardus + tambahan 200 kardus

– Minyak makan 310 dus (1 liter)

– Air mineral 300 dus

– Bantuan tambahan berupa popok anak, biskuit, roti, dan minyak makan dari warga Aceh Tamiang di Medan

Menteri Perhubungan memberikan apresiasi khusus kepada Alumni Akpol 1990, menyebut bantuan yang diinisiasi Wakapolri selaku Ketua Umum Alumni Akpol ’90 sebagai salah satu yang terbesar jumlahnya.

Dengan sinergi Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, pemulihan Aceh Tamiang diharapkan berlangsung lebih cepat dan menyeluruh. (id@)

scroll to top