Close

Pemimpin Umum Kongregasi PRR Komentari Kehadiran SMGM di Paroki

Pemimpin Umum Kongregasi Suster-suster Putri Reinha Rosari (PRR), Sr. Lusiani, PRR foto bersama pengurus dan anggota SMGM di Kota Kupang, NTT.

KUPANG, WARTA PERTIWI – Pemimpin Umum Kongregasi Suster-suster Putri Reinha Rosari (PRR), Sr. Lusiani, PRR, menilai kehadiran Sahabat Monsinyur Gabriel Manek (SMGM) di berbagai paroki, baik di Nusa Tenggara Timur, sejumlah wilayah di Indonesia, maupun di beberapa negara, membawa dampak positif bagi kehidupan menggereja sekaligus memperluas pengenalan tarekat PRR di tengah umat dan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Sr. Lusiani dalam rapat lengkap panitia Musyawarah Nasional (Munas) SMGM, Minggu siang (22/3/2026), di Aula Susteran PRR Naikoten II, Kota Kupang.

Menurut Sr. Lusiani, SMGM yang awalnya berkembang sebagai komunitas doa awam yang dibina oleh PRR, kini telah bertumbuh menjadi gerakan bersama yang melibatkan umat lintas paroki dan lintas wilayah.

Perkembangan ini dinilai memperkuat semangat pelayanan umat sekaligus memperluas penyebaran nilai-nilai spiritualitas yang diwariskan oleh Hamba Allah Monsinyur Gabriel Manek.

“Keberadaan SMGM di berbagai paroki menjadi hal yang sangat positif karena ini bukan sekadar gerakan kelompok, tetapi telah menjadi gerakan bersama. Dari situ, umat maupun masyarakat semakin mengenal karya dan spiritualitas PRR,” ujar Sr. Lusiani.

Ia menambahkan, keterlibatan umat dalam berbagai kegiatan SMGM turut menumbuhkan nilai kebersamaan, doa, dan pelayanan yang menjadi ciri khas gerakan tersebut.

Nilai-nilai itu, menurut dia, menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan iman yang lebih hidup, kontekstual, dan berdaya guna di tengah umat.

Lebih jauh, Sr. Lusiani menegaskan bahwa kehadiran SMGM juga berkontribusi dalam memperkenalkan tarekat PRR secara lebih luas kepada masyarakat.

Melalui aktivitas doa, pelayanan sosial, dan kebersamaan umat, spiritualitas PRR semakin dikenal dan dirasakan manfaatnya secara nyata.

Terkait persiapan Musyawarah Nasional (Munas) SMGM 2027 yang direncanakan berlangsung di Kota Kupang, Sr. Lusiani menyatakan optimisme bahwa seluruh rangkaian kegiatan akan berjalan dengan baik dan lancar.

Keyakinan tersebut, kata dia, lahir dari proses persiapan yang dilakukan secara serius, terencana, dan dilandasi semangat kebersamaan.

“Persiapan yang dilakukan tidak sekadar formalitas, tetapi sungguh dijalankan dengan kesungguhan dan semangat persaudaraan,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dan sahabat SMGM yang telah terlibat aktif dalam proses persiapan.

Menurutnya, kolaborasi yang terbangun menjadi kekuatan utama dalam menjaga kesinambungan karya pelayanan yang telah dirintis sejak awal.

Dalam dinamika organisasi, Sr. Lusiani menekankan pentingnya keterbukaan dan komunikasi yang sehat. Ia membuka ruang seluas-luasnya bagi anggota untuk menyampaikan masukan maupun kritik secara konstruktif.

“Sebagai sahabat, kita saling menguatkan dan saling mengingatkan. Jika ada hal-hal yang kurang berkenan, hendaknya disampaikan dalam semangat persaudaraan,” ujarnya.

Ia juga mengakui masih terdapat sejumlah komunitas yang belum sepenuhnya aktif dalam berbagai kegiatan SMGM. Hal tersebut menjadi catatan bersama untuk terus mendorong peningkatan partisipasi umat di semua tingkatan.

“Kami berharap setiap komunitas semakin memiliki kesadaran dan komitmen untuk terlibat aktif. Jika ada yang belum terlibat, mari bersama-sama kita dorong dan ingatkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Cabang Komunitas SMGM Agustinus Bello, Goris Takene, menyatakan kesiapan penuh komunitasnya dalam mendukung seluruh tahapan Musyawarah Nasional dan Internasional SMGM 2027 di Kupang.

Dukungan tersebut, menurut dia, telah diwujudkan melalui berbagai bentuk partisipasi, baik secara komunitas maupun pribadi.

“Kami siap mendukung seluruh proses, baik dari sisi persiapan maupun pelaksanaan. Ini adalah momentum bersama yang harus kita sukseskan,” ujarnya.

Munas SMGM 2027 diperkirakan akan dihadiri sekitar 1.000 hingga 1.500 peserta dari berbagai cabang di dalam dan luar negeri.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga memperkuat peran SMGM dalam kehidupan menggereja serta pelayanan umat di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Editor: RIO

scroll to top