SURABAYA | WARTA PERTIWI – Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menjalin kerja sama strategis dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam rangka memperkuat literasi demokrasi di kalangan mahasiswa. Kegiatan bertajuk Literasi Data untuk Pengawasan Pemilu dengan tema “Sinergitas Universitas dan Pengawas Pemilu melalui Literasi Data” digelar pada Kamis (30/10) di Ruang RM Soemantri, Unitomo, dan diikuti oleh sekitar 100 mahasiswa lintas fakultas.
Acara diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Unitomo dan Bawaslu sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pemilu yang berintegritas. Dalam sambutannya, Rektor Unitomo Prof. Siti Marwiyah menegaskan bahwa kampus harus berpihak pada kebenaran dan kejujuran. “Kampus tidak boleh netral terhadap integritas, tapi harus berpihak pada kebenaran dan kejujuran. Melalui literasi data, mahasiswa dapat menjadi bagian dari pengawasan publik yang cerdas, kritis, dan berbasis bukti,” ujarnya.
Kegiatan literasi menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten di bidang hukum dan kepemiluan, di antaranya Prof. Agus Riewanto, Dr. Radian Syam, Dr. Vieta Imelda Cornelis, dan Muhammad Jufri. Sesi diskusi dipandu oleh Dr. Bachtiar, Tenaga Ahli Bawaslu. Selain itu, acara juga dirangkai dengan bedah buku karya Kordiv Bawaslu, Dr. Puadi, berjudul Dinamika Pengawasan Pemilu: Peran Bawaslu dan Interaksi Kepentingan, yang mengulas tantangan pengawasan pemilu di era digital.
Salah satu peserta, Aisyah, mahasiswa semester lima Fakultas Ilmu Komunikasi, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. “Saya jadi paham bahwa data bukan sekadar angka, tapi alat penting untuk memastikan proses pemilu berjalan transparan. Kegiatan ini membuka wawasan kami sebagai mahasiswa tentang bagaimana pengawasan bisa dilakukan secara partisipatif dan ilmiah,” tuturnya.
Melalui kolaborasi ini, Unitomo dan Bawaslu berharap dapat mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga integritas demokrasi melalui pendekatan literasi data yang kritis dan berbasis bukti.(id@)

